Halaman

    Social Items

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم 
 
lentera Islam



BIDADARI SURGA YANG DIJANJIKAN ALLOH-- Allah telah menjanjikan bidadari surga sebagai kenikmatan bagi setiap hambanya yang bertaqwa dan beriman. Surga ini adalah tempat terindah yang telah disiapkan Allah SWT bagi hambanya yang  lulus cobaan dalam kehidupan dunia.

Dalam Quran sering disebutkan kenikmatan yang akan diperoleh di surga yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman, karena surga merupakan tempat bersenang-senang dalam keridhaan-Nya. Ini sama sekali berbeda dengan dunia sebagai tempat ujian dan cobaan.


Firman Alloh :
فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ
56. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
57. Maka nikmat Roob kamu yang manakah yang kamu dustakan?
كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ
58. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.(Ar Rohman 56-58)

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Rombongan yang pertama masuk surga adalah dengan wajah bercahaya bak rembulan di malam purnama. Rombongan berikutnya adalah dengan wajah bercahaya seperti bintang-bintang yang berkemilau di langit. Masing-masing orang di antara mereka mempunyai dua istri, dimana sumsum tulang betisnya kelihatan dari balik dagingnya. Di dalam surga nanti tidak ada bujangan.” (HR. Bukhori dan Muslim)
“Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhori )

Ibnu Mubarok menyampaikan riwayat dari Hibban bin Abi Jabalah. Beliau mengatakan,
إن نساء الدنيا من دخل منهن الجنة فضلن على الحور العين بما عملن في الدنيا

Sesungguhnya wanita dunia yang masuk surga lebih unggul dibandingkan wanita surga, disebabkan amal yang mereka kerjakan sewaktu di dunia. (Tafsir al-Qurthubi, 16/154)
Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Dari Abu Huroiroh rodhiallahu ‘anhu, mengatakan bahwa Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Alloh Azza wa Jalla berfirman, “Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang sholih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas oleh pikiran.” (HR. Bukhori )

Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِى أَوَّلِ دَفْعَةٍ وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِى سَبْعِينَ مِنْ أَقَارِبِهِ
“Bagi orang yang mati syahid di sisi Alloh enam keutamaan: (1) ia diampuni tatkala pertama kali darahnya muncrat; (2) ia melihat tempat duduknya di surga; (3) ia diselamatkan dari siksa kubur; (4) ia diamankan tatkala hari kebangkitan; (4) kepalanya diberi mahkota kewibawaan, satu berlian yang menempel di mahkota itu lebih baik dari pada dunia seisinya; (5) ia dinikahkan dengan 72 gadis dengan matanya yang gemulai; (6) ia diberi hak memberi syafaat 70 orang dari kerabatnya.” (HR. Ahmad, 4: 131; Tirmidzi, no. 1663; Ibnu Majah, no. 2799. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Bidadari diciptakan tanpa celah. Tiada bandingannya jika bersanding dengan wanita-wanita dunia karena bidadari surga tak memiliki masa yang memudarkan kecantikannya. Ia senantiasa berada pada usia belia, sebagaimana firman Allah yang artinya, 
"Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita." (QS ar-Rahman: 70).

Keanggunan penciptaan pada bidadari tak lekas menghilangkan kecemburuannya pada perempuan salehah yang ada di dunia. "Ya Rasulullah, beritakanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?" tanya Ummu Salamah Radhiyallah 'anha kepada Rasulullah SAW.

Pertanyaan salah satu istri Rasulullah SAW yang setia lagi cerdas ini boleh jadi mewakili pertanyaan semua kaum Hawa yang telah berdedikasi baik dalam hidupnya. Jawaban Rasulullah SAW sangat membahagiakan para ummahaat. "Perempuan dunia ketika di surga akan sangat lebih utama daripada bidadari surga karena shalat, puasa, dan ibadah yang dilakukannya."

Kabar ini tentu saja membuat setiap wanita menjadi senang dan lebih ingin memperbaiki dirinya agar bisa membuat para bidadari surga cemburu karena kesalehahannya. Imam Thabrani meriwayat kan sebuah hadis panjang dari Ummu Salamah, "Ya Rasulullah, jelas kan padaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang ber ma ta jeli.…" Beliau menjawab, "Bidadari itu kulitnya begitu bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar."

Ummu Salamah yang mempunyai nama asli Hindun binti Hudzaifah ini berkata lagi, "Jelaskan padaku ya Rasulullah tentang firman-Nya, 'Laksana mutiara yang tersimpan baik....'" Beliau menjawab, "Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di keda laman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia."

Ia bertanya lagi, "Ya Rasulullah jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah, 'Di dalam surga itu terdapat bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik...'" Beliau menjawab, "Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita."

Ummu Salamah bertanya lagi, "Jelas kan padaku firman Allah, 'Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik….'" Beliau menjawab, "Kelembutan nya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung dari bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur."

"Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?" Beliau menjawab, "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang tampak dari apa yang tidak terlihat."

Rasulullah SAW menjelaskan, "Karena shalat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, 'Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama se kali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Ka mi ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berba ha gialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.'"Wallahu A'lam. 



BIDADARI SURGA YANG DIJANJIKAN ALLOH

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم 
 
lentera Islam



BIDADARI SURGA YANG DIJANJIKAN ALLOH-- Allah telah menjanjikan bidadari surga sebagai kenikmatan bagi setiap hambanya yang bertaqwa dan beriman. Surga ini adalah tempat terindah yang telah disiapkan Allah SWT bagi hambanya yang  lulus cobaan dalam kehidupan dunia.

Dalam Quran sering disebutkan kenikmatan yang akan diperoleh di surga yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman, karena surga merupakan tempat bersenang-senang dalam keridhaan-Nya. Ini sama sekali berbeda dengan dunia sebagai tempat ujian dan cobaan.


Firman Alloh :
فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ
56. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
57. Maka nikmat Roob kamu yang manakah yang kamu dustakan?
كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ
58. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.(Ar Rohman 56-58)

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Rombongan yang pertama masuk surga adalah dengan wajah bercahaya bak rembulan di malam purnama. Rombongan berikutnya adalah dengan wajah bercahaya seperti bintang-bintang yang berkemilau di langit. Masing-masing orang di antara mereka mempunyai dua istri, dimana sumsum tulang betisnya kelihatan dari balik dagingnya. Di dalam surga nanti tidak ada bujangan.” (HR. Bukhori dan Muslim)
“Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhori )

Ibnu Mubarok menyampaikan riwayat dari Hibban bin Abi Jabalah. Beliau mengatakan,
إن نساء الدنيا من دخل منهن الجنة فضلن على الحور العين بما عملن في الدنيا

Sesungguhnya wanita dunia yang masuk surga lebih unggul dibandingkan wanita surga, disebabkan amal yang mereka kerjakan sewaktu di dunia. (Tafsir al-Qurthubi, 16/154)
Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Dari Abu Huroiroh rodhiallahu ‘anhu, mengatakan bahwa Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Alloh Azza wa Jalla berfirman, “Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang sholih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas oleh pikiran.” (HR. Bukhori )

Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِى أَوَّلِ دَفْعَةٍ وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِى سَبْعِينَ مِنْ أَقَارِبِهِ
“Bagi orang yang mati syahid di sisi Alloh enam keutamaan: (1) ia diampuni tatkala pertama kali darahnya muncrat; (2) ia melihat tempat duduknya di surga; (3) ia diselamatkan dari siksa kubur; (4) ia diamankan tatkala hari kebangkitan; (4) kepalanya diberi mahkota kewibawaan, satu berlian yang menempel di mahkota itu lebih baik dari pada dunia seisinya; (5) ia dinikahkan dengan 72 gadis dengan matanya yang gemulai; (6) ia diberi hak memberi syafaat 70 orang dari kerabatnya.” (HR. Ahmad, 4: 131; Tirmidzi, no. 1663; Ibnu Majah, no. 2799. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Bidadari diciptakan tanpa celah. Tiada bandingannya jika bersanding dengan wanita-wanita dunia karena bidadari surga tak memiliki masa yang memudarkan kecantikannya. Ia senantiasa berada pada usia belia, sebagaimana firman Allah yang artinya, 
"Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita." (QS ar-Rahman: 70).

Keanggunan penciptaan pada bidadari tak lekas menghilangkan kecemburuannya pada perempuan salehah yang ada di dunia. "Ya Rasulullah, beritakanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?" tanya Ummu Salamah Radhiyallah 'anha kepada Rasulullah SAW.

Pertanyaan salah satu istri Rasulullah SAW yang setia lagi cerdas ini boleh jadi mewakili pertanyaan semua kaum Hawa yang telah berdedikasi baik dalam hidupnya. Jawaban Rasulullah SAW sangat membahagiakan para ummahaat. "Perempuan dunia ketika di surga akan sangat lebih utama daripada bidadari surga karena shalat, puasa, dan ibadah yang dilakukannya."

Kabar ini tentu saja membuat setiap wanita menjadi senang dan lebih ingin memperbaiki dirinya agar bisa membuat para bidadari surga cemburu karena kesalehahannya. Imam Thabrani meriwayat kan sebuah hadis panjang dari Ummu Salamah, "Ya Rasulullah, jelas kan padaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang ber ma ta jeli.…" Beliau menjawab, "Bidadari itu kulitnya begitu bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar."

Ummu Salamah yang mempunyai nama asli Hindun binti Hudzaifah ini berkata lagi, "Jelaskan padaku ya Rasulullah tentang firman-Nya, 'Laksana mutiara yang tersimpan baik....'" Beliau menjawab, "Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di keda laman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia."

Ia bertanya lagi, "Ya Rasulullah jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah, 'Di dalam surga itu terdapat bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik...'" Beliau menjawab, "Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita."

Ummu Salamah bertanya lagi, "Jelas kan padaku firman Allah, 'Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik….'" Beliau menjawab, "Kelembutan nya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung dari bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur."

"Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?" Beliau menjawab, "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang tampak dari apa yang tidak terlihat."

Rasulullah SAW menjelaskan, "Karena shalat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, 'Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama se kali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Ka mi ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berba ha gialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.'"Wallahu A'lam. 



Load Comments

Subscribe Our Newsletter