بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
3 SYARAT DIPADUKAN 3 SYARAT LAINNYA DAN DISEBUT BERSAMA -SAMA--Dalam Islam ada tiga syarat yang saling bertautan dengan syarat lainnya yang berkaitan dengan ketaatan, beribadah dan bersyukur. Hal itu antara lain:
1.Ta'at pada Alloh dan Rosul
2. Sholat dengan Zakat
3.Syukur kepada Allah dan kepada kedua orang tua.
2. Sholat dengan Zakat
3.Syukur kepada Allah dan kepada kedua orang tua.
Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu Anhu, sahabat besar yang berjuluk tarjuman Al-Qur’an (penerjemah Al-Qur’an), mengatakan,
“Ada tiga syarat yang selalu dipadukan dengan tiga syarat lainnya dan masing-masing selalu disebutkan bersama dengan ayat pasangannya."
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
“Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul… (QS. At-Taghabun: 12)
Siapa yang taat kepada Allah tetapi tidak taat kepada Rasulullah, maka ketaatannya tidak akan diterima.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dirikanlah shalat dan tunaikan zakat… (QS. Al-Baqarah: 43).
Siapa yang hanya melaksanakan sholat tanpa menunaikan kewajiban zakat, niscaya ibadah sholatnya tidak akan diterima.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
“…Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibu bapakmu…” (QS. Luqman: 14)
Siapa yang bersyukur kepada Allah namun tidak bersyukur kepada orang tua, maka syukurnya tidak akan diterima.
Oleh sebab itu, Al-Qur’an acapkali mengulang wasiatnya, berupa kewajiban setiap insan untuk berbakti dan berbuat baik kepada orang tua. Selain itu, Al-Qur’an memperingatkan agar jangan sampai seseorang berbuat durhaka atau berperilaku buruk pada keduanya, dengan cara apapun. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapakmu…” (QS. An-Nisa: 36).
“Dan kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada kedua ibu bapaknya…” (QS. Al-Ankabut: 8)
Ayat-ayat di atas menjelaskan penghargaan dan keutamaan orang tua dibandingkan anak-anak mereka, terutama ibu. Ibulah yang merasakan penderitaan, rasa lelah, berat, menahan segala beban. Hal ini dialami oleh setiap wanita hamil. Ketika proses melahirkan, sang ibu berada dalam keadaan antara hidup dan mati, yang deritanya hanya bisa dirasakan oleh kaum wanita.
Dalam sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terdapat keterangan yang menegaskan kewajiban dan perintah berbakti kepada orangtua serta larangan berbuat durhaka kepada mereka, di antaranya adalah;
Sabda Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah hadist shahih,
“Ridho Allah ada pada ridho ibu bapak dan murka Allah ada pada murka ibu bapak.” (HR. Thabrani).
‘Abdullah bin ‘Amru bin al-‘Ash menuturkan,
“Seseorang datang menghadap Rosululloh Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam seraya berkata, ‘Aku datang, berjanji setia kepadamu untuk melakukan hijrah (pindah ke Madinah), tetapi ayah ibuku menangisi kepergianku.’ Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Kembalilah kepada mereka, buatlah mereka tertawa sebagaimana engkau telah membuat mereka menangis.” (HR. Para Ahli Hadist selain At-Tirmidzi).
Dalam al-Musnad, Imam Ahmad dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Mu’awiyah bin Jahimah as-Sulami, ia mengatakan bahwa ia meminta izin agar diperkenankan untuk ikut serta berjihad bersama Rasulullah. Akan tetapi Rasulullah memerintahkan dia kembali untuk mendampingi ibunya. Lantaran Muawiyah bersikeras ikut berjihad, Rasulullah berkata kepadanya, “Rugilah kau. Jangan kau tinggalkan kedua kaki ibumu. Di sanalah surga berada.”
Dalam Shohih Bukhori dan Shohih Muslim
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam Al Adabul Mufrad : Ketika Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma melihat seorang menggendong ibunya untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja ibunya menginginkan, orang tersebut bertanya kepadanya, “Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?” Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma menjawab, “Belum. Setetes (keringatnya) pun engkau tidak dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu.”
Dan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata tentang firman ALLAH Subhanahu wa ta’ala أَ َنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْك ,”Maka, barangsiapa yang bersyukur kepada ALLAH akan tetapi dia tidak bersyukur pada kedua orangtuanya, ALLAH tidak akan menerima rasa syukurnya.”